Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts

catatan perjalanan ke pantai wediombo

Monday, March 28, 2011

Pada tanggal 13 maret 2011 akhirnya kesampaian juga rencana ke wediombo. Setengah tahun tertunda kalo menurut blognya adhi , kenapa ? alasan klasik sebenarnya , cuaca dan peserta. Cuaca jogja yang selama beberapa bulan dipenuhi dengan hujan deras dan badai membuat ide pergi ke pantai sepertinya sia- sia , buat apa jauh jauh kepantai kalau cuma akhirnya ngumpul berteduh dan melihat hujan plus badai ? Kalau tentang anggota saya sih berpikiran pas ke watu lawang aja bisa bawa selusin orang, kenapa ga nyoba lebih? hehe :D

Akhirnya cuaca mulai membaik , dan kebetulan anang mengajak kepantai lagi , skip skip yang nda penting, kontak kontak dengan pria gunung yang sering jalan jalan ke pantai - Amaros- lalu diputuskan untuk eksekusi hari minggu 13 maret .*halah* Signal signal positif cuaca cerah dan teman yang banyak membuat makin bersemangat .

Untung belum sampe ngetag mantan temen se kantor dan teman teman lainnya agar ikut meramaikan.
Coz pas waktunya berangkat.. jreng jreng jreng, hujan deras mulai dari subuh mengguyur jogja,alamat batal nih. Untungnya ndak lama hujan jadi gerimis dan mengubah ulat jadi kupu kupu *eh*. Karena sudah rada telat langsung deh memacu motor dengan kecepatan penuh ,sekitar 40 km/jam lah. Ternyata sesampai di kos masih sepi, saling menunggu ceritanya , istilahe tunggon tunggonan , karena adhi juga memutuskan kumpul di kos.

Masih ditemani gerimis , akhirnya kumpul semua dan ditempuhlah jogja wonosari untuk bertemu amaros . Cuaca dingin dan gerimis , dan sempat hujan deras - jas hujan mode on-sepertinya memperbesar keinginan untuk pipis,setelah sekitar setengah jam dan menunggu amaros. diputuskan untuk lanjut ke pom bensin terdekat dan meninggalkan sang guide. iya,hasrat itu lebih penting dari guide kita.

skip skip , akhirnya seluruh anggota tamasya kumpul di pom bensin tadi,yang memang searah dengan tujuan. Untungnya gerimis sudah agak reda jadi bisa lepas jas hujan. Lanjut menyusuri jalan naik turun berkelok kelok ditemani gerimis yang makin lebat menuju pantai. Setelah menyadari bahwa gerimis yang terlalu lama itu membuat dingin dan basah, jas hujan pun dipakai lagi, kecuali aamros yang sepertinya sengaja tidak membawa jas hujan, agar lebih romantis katanya..ckck..anak muda sekarang.

Setelah sekitar 2-3 jam akhirnya sampai juga ke pantainya, poto2 bentar, trus turun ke pantai , dan suasana masih mendung gelap , gerimis dan angin kencang. Ngobrol ngobrol bentar dan diwarnai aksi stunt mengadu pantat dengan tanah oleh adhi, kok rasanya sayang kalo udah jauh jauh ga sempet nyentuh air laut, tetep deh akhirnya nyebur2.

Pertamanya sih males kalo harus dingin dingin maen aer, tapi kok ya air lautnya pasang dan menggoda, ga perlu jauh2 ke tengah udah bisa maen ombak,ikutlah saya nyebur. Airnya lumayan enteng alias nda terlalu asin , jadi ga lengket-lengket banget di badan, pengaruh badai mungkin :D Amaros sepertinya sempat unjuk kekuatan mengadu selangkangannya dengan batu karang,entah itu atau memang terspeleset..ngeliatnya aja ngilu.

Overall , the beach was fun, tapi perlu diingat mengikuti arus tetap berbahaya , meskipun ada batu batu karang, sapa tau kejepit atau kejedot kan ? trus kenapa masih aja maen ? ya kan banyak temennya , kalo keseret bisa nyangkut ke yang laen ..hehe ..lha arusnya asik banget . Harus ati ati juga ma batu batu segede piring yang sering keseret ombak , lumayan sakit kalo kena kaki

Tiket masuk wisata juga termasuk murah , 2 jempol deh , cuma 1000 rupiah / orang, motor cuma 500, ini juga yang bikin ga kapok maen kesana lagi :D Untuk harga makanan ga menjamin deh,mandi aja dihitung per ember , iya..saya juga ga mandi ..hemat. Anyway berdasarkan cerita ephiel yang sempat kesana seminggu sebelumnya, dan berjalan ke sisi kiri, pantainya terlihat jelek. Tapi karena kemaren kita kesana pas badai dan kemungkinan air pasang jadi belum bisa memastikan juga apakah sisi kanan itu bagus gegara air pasang atau memang bagus meski ga pasang, but worth to try lah, pastikan menelusuri sisi kanan pantai kalo mampir.

gambar nyusul kapan kapan ya :D

...Baca Terusannya

jalan jalan ke puncak suroloyo

Monday, March 8, 2010


Setelah minggu lalu menghapuskan rasa penasaran tentang air terjun yang terletak di bawah ketep pass (cerita menyusul kalo nda males), kali ini saya bersama segerombolan teman teman yang ingin menjauh sejenak dari layar komputer memutuskan untuk menjelajah ke puncak suroloyo , karena terbujuk gambar-gambar pemandangan dari puncaknya di pagi hari

Bagi yang belum tahu, puncak suroloyo merupakan salah satu dari tiga puncak dari deretan pegunungan menoreh yang terletak di desa keceme kecamatan samigaluh kulon. Kali ini masih berangkat bareng orang orang yang kemaren telah ikut membantu menuntaskan rasa penasaran terhadap air terjun kedung kayang , temon ehm , anang , adhi, dan ridwan .

ki-ka: temon, anang, aku, ridwan,adhi

Berangkat dari gejayan jam 04.15 kami memutuskan untuk menyusuri jalur godean -kalibawang-suroloyo dikarenakan akan melewati rumah saya (blush). Menyusuri ring road utara menuju ke ring road barat, dilanjutkan perjalanan lebih ke barat lagi untuk menuju pasar godean - yang ditandai dengan perempatan ber traffic light pertama setelah ring road barat . Lanjut ke barat 5 kilometer lagi , sekitar 45 menit setelah keberangkatan, pada perempatan traffic light ke dua , saya meminta rombongan untuk mampir sebentar ke rumah , demi mengambil kamera pocket yang mungkin masih bisa berguna :D plus pamit ke ibuk ..ahahay

Pada perempatan bertraffic light yang ketiga atau perempatan kenteng, kami diarahkan berbelok kanan alias ke utara oleh sebuah papan kecil yang bertuliskan " suroloyo 25km "
. Mulai dari sini jalan yang dilalui penuh dengan belokan tajam dan tanjakan dan dibonusi kegelapan tanpa lampu penerangan *eh berima*
setelah melewatkan perempatan yang meragukan , dan jalanan di depan semakin tidak menampakkan tanda tanda petunjuk ke arah puncak, kami memutuskan bertanya kepada salah seorang warga yang sedang berolahraga, ternyata tinggal "pertigaan depan belok kiri". Seingat saya pertigaan ini adalah pertigaan pertama yang mempunyai marka jalan , atau kedua ya :D

Dari sini aspalan jalan mulai sempit sekitar selebar satu mobil dan tak berapa lama mulai bersebelahan dengan hutan hutan dan minim rumah penduduk plus naik dan turun , kadang kanan tebing kiri jurang jalannya hanya selebar satu buah mobil sahaja. Bertemu pertigaan lagi dengan jalan naik dan turun di depan , kami memutuskan bertanya sebentar ke penduduk sekitar , dan seperti yang sudah diduga,jalan yang lurus adalah jalan yang benar *halah*

Perjalanan diteruskan dengan menempuh jalur menanjak dengan aspal yang sudah bolong bolong ,untungnya cuman sebentar , selanjutnya kembali aspalan sekelas jalan desa, disini jalan kembali sempit dengan belokan dan turunan tajam , serta tanjakan yang semena mena membuat kami harus memaksa motor berjalan di gigi satu-dua. Untungnya keadaan mulai terang , dan tak begitu kesulitan memacu motor, sayangnya ini berarti kami ndak bakalan dapet sunrise di puncak :(

Tak berapa lama gunung merapi dan merbabu yang tampak diwarnai semburat oranye matahari mulai terlihat dari sela sela pepohonan kanan jalan , belum lagi di kiri jalan terdapat tebing tebing batu yang menjulang tinggi yang dihiasi tanaman hijau yang mengingatkan saya dengan gunung melayang di pandora dalam filmnya avatar . Oh ya, untuk yang sudah terbiasa hidup di kota, mungkin akan merasakan perbedaan udara disini, udara terasa begitu ringan untuk dihirup, seperti tidak ada partikel partikel lain di udara.Kesempatan baik untuk memenuhi paru paru dengan udara segar.

Meski beberapa kali berhenti untuk mengabadikan pemandangan yang indah , namun kami tak berlama lama , karena matahari sudah mulai tinggi. Motor pun dipacu untuk segera mengantarkan kami ke puncak suroloyo ,jalanan sempit tadi rupanya langsung membawa kami ke bagian bawah anak tangga puncak suroloyo yang ditandai dengan peta wisata desa keceme.

                                                               ini baru separu jalan lho :D

Untuk menuju puncak suroloyo, sudah tersedia 280 an anak tangga untuk memudahkan akses , saat itu puncak sedang ramai dengan rombongan anak-anak pramuka yang sudah berkemah sejak malam , jadi kami putuskan naik setelah agak sepi


Kalau biasanya dari puncak gunung kita hanya bisa melihat kota2 dan gunung lain di kejauhan , Di puncak suroloyo ini beberapa gunung di jawa terlihat begitu dekat , dan bahkan borobudur pun bisa terlihat , kalau tidak tertutup kabut, pemandangan ke bawah dari puncak suroloyo ini cukup indah , serasa melihat desa dalam lukisan.

dari puncak, gunungnya keliatan smua

Setelah istirahat sebentar di joglo kecil di puncak, tidur, dan poto poto, kami turun lagi untuk menuju ke puncak yang lain karean matahari sudah terasa panas , di puncak yang lain , sariloyo kalau tidak salah , sebenarnya ada sarana flying fox , namun sepertinya sudah jarang digunakan , atau hanya digunakan pada saat saat tertentu .

Eniwe, jika berkunjung ke suroloyo mungkin sebaiknya saat matahari baru mulai muncul atau terbenam karena pandangan dari atas puncak tidak akan terlalu silau , dan cuaca belum begitu panas

...Baca Terusannya

  © Blogger template Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP